Apakah Satu Anak Saja Cukup?

Apakah Satu Anak Saja Cukup?

Allaeas.com | Setelah pernikahan, berangan-angan tentang masa depan dengan pasangan merupakan hal yang sering kita lakukan. Dimana sebaiknya mendirikan rumah, apa yang sebaiknya dilakukan berdua saat akhir pekan sampai pemikiran berapa sebaiknya anak yang dimiliki pastinya terlintas dalam pikiran kita. 

Terkadang, ada beberapa pasangan yang ingin memiliki dua anak, tiga atau bahkan cuma ingin memiliki satu anak saja. Apakah sebenarnya kita cukup memiliki satu anak saja? Bagaimana sebaiknya?

Keuntungan memiliki satu anak


Keuntungan memiliki satu anak

Memutuskan untuk menjadi orangtua diyakini telah menjadi keputusan yang sulit, namun memutuskan untuk memiliki lebih dari satu anak mungkin merupakan permasalahan yang lebih pelik lagi. Marilah kiya berfikir secara rasional, memiliki satu anak saja jika kamu memiliki kemampuan ekonomi yang sesang mungkin merupakan suati jalan untuk menjamin masa depan anak yang lebih cerah. 

Dengan biaya pendidikan yang semakin meroket, mungkin merupakan keputusan yang bijaksana untuk mencurahkan perhatian mengenai pendidikan kepada satu-satunya putra yang kita miliki agar kebutuhannya akan pendidikan terjamin dengan baik. Bila dilihat sekarang ini memang menyekolahkan anak ke sekolah swasta dengan fasilitas yang lebih baik merupakan salah satu jaminan agar prestasi anak menjadi baik juga. 

Dengan jaminan sekolah yang baik dan lingkungan yang memadai karena kita hanya perlu mendukung satu anak saja tentunya membuat masa depan anak menjadi cerah. 

Tak enaknya hanya memiliki satu anak


Tak enaknya hanya memiliki satu anak

Tentunya, memiliki satu anak saja ada hambatan tersendiri yang perlu kita ketahui. Tak memiliki saudara terkadang membuat anak merasa kesepian karena tak ada yang diajak bermain saat sama-sama masih kecil ataupun tak ada yang bisa diajak diskusi selain dengan orangtua sendiri.

Menjadi anak satu-satunya juga terkadang membuat anak menjadi manja dan egois karena dia tak mengalami harus berbagi sesuatu dengan anggota keluarganya. Anak juga sering mendapat tuntutan yang berlebihan untuk dapat terus berprestasu ataupun harus selalu juara kelas tiap akhir semester karena dia tak memiliki saudara sehingga perhatian orangtua selalu berlebih padanya. 

Dengan tak adanya saudara dirumah juga dapat membuat si anak susah bersosialisasi dan mendapat teman di sekolah karena di rumah hanya ada orangtuanya saja. Jadi, sebaiknya kamu pertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. 

1 Komentar

Link Banner