Dampak Negatif dan Risiko Nikah Muda

Dampak Negatif dan Risiko Nikah Muda

Allaeas.com | Menikah di usia relatif muda, ternyata cenderung memiliki banyak dampak negatif. Tetapi dalam realitanya, tidak sedikit pasangan muda yang mengabaikan risiko nikah muda dan nekat membangun rumah tangga di usia remaja. Mungkin alasan dari menikah muda memang cukup baik, yakni untuk terhindar dari perilaku zinah dan maksiat. Tetapi, jika tidak dipertimbangkan matang-matang maka akan berisiko keruntuhan rumah tangga. 

Lalu, apa saja sih risiko menikah diusia muda? 

  • Berdampak negatif pada kesehatan perempuan. Perempuan diusia remaja yakni usia 15 sampai 19 tahun, perkembangan saluran rahim memang belum benar-benar sempurna sehingga akan berbahaya ketika melahirkan. 
  • Berpengaruh pada pola pengasuhan anak. Usia muda biasanya identik dengan sikap egois dan labil. Hal ini tentu tidak baik jika diterapkan dalam pola mengasuh anak. Pasalnya dalam mengasuh anak diperlukan sikap kedewasaan, dan kesabaran ekstra dari sang ibu. Selain itu diperlukan pula pendidikan yang cukup pada ibu, agar kelak anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas. 
  • Risiko nikah muda yang berikutnya adalah rentan dilanda perceraian. Banyak pasangan suami istri muda yang usia pernikahannya hanya seumur jagung. Hal ini karena belum adanya kesiapan dari masing-masing pihak dalam mengatasi permasalahan dalam rumah tangga, seperti masalah ekonomi, hingga masalah psikologis dan lain sebagainya. 

Selain beberapa dampak tersebut diatas, menikah muda juga akan menghambat ruang bergerak diusia muda. Ketika masuk diusia remaja, biasanya banyak dihabiskan dengan hang out bersama teman, pergi travelling, mengejar pendidikan ke jenjang tertinggi, dan aktivitas lainnya. Namun hal-hal tersebut tentunya akan terhambat ketika kamu sudah terikat dalam hubungan rumah tangga. 

Dengan kata lain, risiko nikah muda akan berisiko merenggut masa muda. Ketika sudah berstatus suami atau istri dari orang lain, maka orientasi kehidupan bukan lagi hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk pasangan dan anak. Untuk itu, sebaiknya pertimbangkan matang-matang jika kamu berencana untuk menikah di usia muda agar bisa terhindar dari berbagai risiko yang memicu kerusakan hubungan kamu dengan pasangan.

2 Komentar

  1. Benar juga ya, nikah muda dibawah usia 19 memang banyak resikonya, selain belum siap kalo punya anak, mengasuh anak juga tidak mudah. Nanti malah anaknya yang sering diomelin jadinya malah bahaya. Sementara pasangan malah seringnya nongkrong bareng temannya, hayo gimana tuh.

    BalasHapus
  2. Mengerikan juga ya. Efek negatifnya pada banyak hal. Terutama poin terakhir. Sering berdampak perceraian. Yang jadi korban bukan saja perempuan sang mantan istri. Kalau sudah punya anak, anaklah yang paling menderita. Terima kasih telah berbagi, Mas.

    BalasHapus

Link Banner