Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Tanda PHK yang Wajib Dicermati

5 Tanda PHK yang Wajib Dicermati

Allaeas.com - Yang namanya pemutusan hubungan kerja (PHK), kadang ada tanda-tanda yang nyata, kadang malah tak ada firasat sama sekali. Bisa saja datangnya tiba-tiba. Yang terakhir itu kadang amat menyebalkan, karena nyaris tak memberi kesempatan kita untuk mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi segala kemungkinan. 

Karena "hantu" PHK itu menakutkan, sebaiknya kamu mulai awas kalau suasana kantor menunjukan gejala yang mencurigakan. Bukan tidak mungkin kamu kena penggal "pisau" PHK yang kejam. Yuk, kenali gejalanya berikut ini:

1. Proyek yang kamu jalankan tak mendapat kucuran dana alias dicuekin. Saat perusahaan harus melihat sisi keuntungan, seringkali yang jadi perhatian adalah proyek atau wilayah yang tak menguntungkan. Artinya? Wilayah itu harus ditiadakan atau ditutup. 

Nah, jika kamu bekerja di area ini, itu artinya perusahaan juga memandang kamu tak mendatangkan keuntungan bagi mereka. Mulailah proaktif: coba selidiki apakah ada departemen lain yang juga kamu kuasai, jadi kamu bisa negosiasi jika ada tawaran dari perusahaan untuk tetap tinggal, tapi dipindah ke divisi lain. Kalau nggak ada, siap-siap saja bikin surat lamaran dan mulai mencari lahan pekerjaan baru. 

2. Para analisis bursa menurunkan peringkat perusahaan kamu secara konsisten. Ingat-ingat deh, apakah dalam beberapa bulan terakhir para analisis bursa tak merekomendasikan perusahaan kamu atau malah merekomendasikan "sell" untuk saham perusahaan? Itu jika perusahaan kamu bekerja tercatat di bursa lho. Coba cari tahu kinerja keuangan perusahaan. Perusahaan publik biasanya menyiarkan laporan keuangan secara teratur tiap kuartalan. Lihatlah sisi aktiva: apakah perusahaan mencatat keuntungan atau sebaliknya, merugi? Jika terus merugi, opsi yang paling mungkin bagi perusahaan adalah memecat karyawan untuk mengembalikan keuntungan mereka. 

3. Moral kantor rendah, para manager dan eksekutif sering tak di tempat. Nah, kalau para manager dan bos-bos di level eksekutif sering tak berada di kantor, lantas dimana mereka? Jika perusahaan kamu adalah perusahaan publik yang tercatat di pasar saham, akan lebih mudah mencari tahu rumor di pasar lewat analisis. 

Nah, kalau perusahaan kamu tertutup alias private company bagaimana? Bicaralah dengan orang-orang yang kamu anggap mengetahui kebenaran yang sedang terjadi di kantor. Jika kamu cukuo dekat dengan atasan, bahas masalah ini dengannya. Meski atasan langsung tak bisa menjelaskan apa yang bakal terjadi di perusahaan pada akhirnya, setidaknya dia tahu apa yang tengah terjadi kan.

4. Review kinerja terakhir kamu tak mengejutkan. Faktanya: Bos tak ingin membahas masa depan dan karir kamu di perusahaan. Hal yang paling umum dilakukan pada pengurangan karyawan adalah pertama kali memecat mereka yang catatan kinerjanya lemah dibandingkan rekan yang lain. 

Jika dalam review kinerja yang lalu catatan kamu tak begitu mengembirakan, entah ada setuju atau tidak dengan review itu, sepertinya kamu jadi kandidat kuat untuk 'dirumahkan' lebih dulu. 

5. Perusahaan di industri tempat kamu bekerja tengah konsolidasi. Apakah ada rumor perusahaan akan merger (atau diakusisi) dengan perusahaan yang lebih kuat? Jika iya, perusahaan biasanya melakukan konsolidasi agar lebih efisien dan mendapat laba, yang berarti harus memangkas biaya overhead

Nah, biaya overhead ini termasuk biaya modal seperti sewa, peralatan dan yang paling penting adalah gaji karyawan. 

Jika tanda-tanda diatas kamu alami di perusahaan sekarang, siap-siap saja deh. 
Radhika
Radhika Being abandoned is the cruelest act done to someone.

1 komentar untuk "5 Tanda PHK yang Wajib Dicermati"