Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemikiran Keliru Para Ibu

Pemikiran Keliru Para Ibu

Allaeas.com - Menjadi seorang ibu adalah anugerah terindah bagi setiap perempuan di muka bumi ini. Ketika sang buah hati sudah lahir ke dunia, setiap tarikan nafas seorang ibu seolah tidak ingin lengser sedetikpun menatap si kecil. 

Hal tersebut sangat wajar sekali. Mengingat ketulusan seorang ibu yang tiada batas, bahkan nyawa pun rela dikorbankan demi anaknya. Namun demikian, apakah seorang ibu merasakan lelah? Merasakan bingung, panik dan sedih? Iya dear, kamu memiliki perasaan seperti itu. 

Mengabaikan diri sendiri

Jauh dilubuk hati terdalam seorang ibu, pastinya perasaan-perasaan diatas pernah mereka alami. Akan tetapi, dengan sekuat tenaga mereka akan menutupi perasaan-perasaan seperti itu, demi membuat orang-orang disekitarnya tidak khawatir terhadap kekalutan, kesedihan bahkan rasa lelah yang mendera. 

Seberapa pun usaha kamu agar terlihat tegar di depan keluarga, bahkan suami dan diri sendiri, hal tersebut patut diacungkan jempol. Tapi yang perlu diingat adalah kamu juga perlu beristirahat dan meluangkan waktu sejenak dari rutinitas yang padat sebagai seorang ibu sekaligus ibu rumah tangga. 

Me-rileks-kan diri sendiri sementara waktu disaat si kecil tengah tertidur pulas atau sedang digendong oleh suami atau pengasuh, adalah momen tepat bagi kamu mempergunakannya untuk tidur atau memanjakan diri, dengan pijat atau melakukam hal-hal yang menjadi kesenangan kamu, seperti nonton TV, membaca atau melakukan perawatan kecantikan di rumah. 

Pastinya diawal-awal bulan pasca melahirkan, waktu kamu banyak tersita untuk mengurus si kecil, bahkan untuk ke kamar kecil saja kamu sampai harus menundanya karena si kecil terus-terusan menangis dan tidak mau digendong oleh ayahnya, atau anggota keluarga lainnya, selain hanya dengan ibunya. 

Maka dari itu, saat kamu mimiliki 30-60 menit untuk rehat sejenak, manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya, karena salah satunya sangat erat hubunganya dengan kesehatan. Agar ketika si kecil sudah bangun, kamu sudah memiliki cadangan tenaga untuk beberapa jam kedepan. Dan kamu pun juga akan terhindar dari stres dan rasa bosan. 

Terlalu protektif

Sangat wajar jika seorang ibu ingin memberikan yang terbaik kepada buah hatinya. Namun, perhatian yang berlebihan sehingga tanpa sadar membuat si kecil tidak merasa nyaman, ternyata bisa menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap anak. 

Salah satu pikiran kurang tepat dari beberapa ibu yakni tidak memberikan kesempatan kepada anak keluar rumah, untuk sekedar menghirup udara pekarangan rumah atau bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sebagian ibu menganggap dengan 'mengurung' anak di dalam rumah, maka akan terhindar dari penyakit atau pengaruh buruk. Belum tentu dear!

Sebaliknya, jika hanya membiarkan anak berada di dalam rumah selama 24 jam dalam seminggu, tanpa mengizinkannya menghirup udara luar rumah, hal tersebut tidak akan menjamin anak akan terhindar dari penyakit. Kemungkinan alergi bisa sangat berpotensi, karena udara yang dihirup adalah udara yang tidak bersirkulasi dengan baik. 

Anak juga butuh udara segar dari lingkungan sekitarnya yang dikelilingi oleh tumbuhan dan pohon-pohon yang rindang. Selain itu, melihat warna-warna alam yang bervariasi juga akan memberikan pengaruh yang baik kepada si kecil. Dengan begitu, selain anak bisa berinteraksi dengan lingkungannya, sekaligus mereka juga bisa belajar beradaptasi dengan sekelilingnya. 

Tidak pernah menyaring informasi

Sebagai ibu baru, pengalaman kamu sebagai ibu pun pastinya masih sangat minim. Dan ketika mendapatkan saran dari ibu dan ibu mertua kamu, serta orang lain yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya dengan mengurus anak dan keluarga, pastinya akan sangat menolong kamu. 

Namun apakah semuanya benar? Mana yang harus dilakukan? Dan apakah ada efek buruk dikemudian hari? Kecemasan seperti itu, tidak jarang akan menghinggapi para ibu baru saat berbagai masukan sudah terasa terlalu banyak dan timbul keragu-raguan untuk mengikuti saran tersebut, lantaran banyaknya versi terhadap solusi. 

Yah, saat itu memang tidak boleh dianggap remeh. Ketika kamu ragu, sebaiknya gunaknlah intuisi kamu sebagai seorang ibu. Disaat kamu bimbang memutuskan akan mengikuti saran yang mana, intuisi akan menuntun kamu menemukan jalan keluar yang tepat. 

Dan untuk meyakinkan intuisi kamu, kamu bisa mempertajamnya dengan cara membaca buku-buku referensi seputar anak, mencari informasi melalui internet, majalah atau yang palling jitu bertanya langsung kepada ahlinya, dalam hal ini dokter. 
Radhika
Radhika Being abandoned is the cruelest act done to someone.

1 komentar untuk "Pemikiran Keliru Para Ibu"