Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Seni Mengritik Atasan

Seni Mengritik Atasan

Allaeas.com - Mengritik? Wah, ini masalah sensitif yang tak jarang bikin kuping merah menahan marah karena tersinggung. Atasan mengritik bawahan itu sudah biasa. Tapi bagaimana kalau bawahan mengritik atasan? Sah saja. 

Atasan tetap juga manusia yang tak lepas dari salah bukan? Namun, jika kamu tau atasan membuat kesalahan, dan ingin mengritiknya, lakukan hati-hati agar tak menyinggung perasaan. Harus ada seni mengritik lho. 

Berikut ini seni mengritik atasan yang (semoga) tidak akan berakibat negatif pada pekerjaan kamu. 

1. Timing

Jangan asal mengritik tanpa ada memperhitungkan waktu dan suasana yang pas, pilihlah 'timing' yang tepat. Perhatikan mood bos kamu. Apakah ia kelihatannya cukup nyaman untuk menerima sebuah kritikan atau sebaliknya. Jangan sekalipun melontarkan kritik saat ia tenggelam dalam tumpukan pekerjaan. Ingat, jangan sekalipun mengritik di depan umum atau di rekan-rekan kamu lainnya. 

2. Etika

Ingat, tak ada satu orang pun yang suka dikritik, begitu juga dengan atasan kamu. Karena itu, sampaikan kritik dengan sikap simpatik. Lontarkan kritik tanpa nada menggurui, menyalahkan, apalagi memojokan. Sebelum mengritik, siapkan kalimat yang paling efektif, praktis, dan sopan. Jika atasan kamu termasuk orang yang humoris, kamu bisa lontarkan kritikan dengan gaya humor, tapi tetap saja masih dalam batas kesopanan. 

3. Fokus

Walau atasan memberi angin atas kritikan kamu, jangan sampai kamu lupa diri hingga kamu memojokannya dan memperlebar masalah. Fokuslah pada masalah yang sebenarnya serta bersikap obyektif. Jika kritik yang kamu sampaikan proposional, seorang atasan yang baik tentu akan mendengar dan menyimak kritikan kamu. 

4. Thanks, ya Bos!

Jangan lupa sampaikan terima kasih pada atasan atas kesediaanya mendengar kritikan. Walau sepele, ucapan terima kasih membuatnya merasa lebih dihargai. Karena ucapan kecil ini bukan hanya basa-basi tapi menunjukan bahwa kamu dapat menghargai orang lain. 

Jadi tak perlu menunggu sampai kesalahan atasan menumpuk kan? 
Radhika
Radhika Being abandoned is the cruelest act done to someone.

3 komentar untuk "Seni Mengritik Atasan"


  1. Mantap, ananda Radhika. Sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  2. terbaik..salam ziarah..follow my site please

    BalasHapus
  3. Cukup tricky juga ya kak kalau mau mengkritik atasan dengan aman :))
    setuju dengan poin2 di atas, walaupun dalam rangka mengkritik, tetap harus dibungkus dengan sopan dan elegan 👍

    BalasHapus