Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kala Perempuan Hidupi Anak Sendirian

Kala Perempuan Hidupi Anak Sendirian

Allaeas.com - Semua orang ingin punya keluarga lengkap dan bahagia. Setiap orang dan dewasa dan anak-anak tentu saja memimpikannya. Tapi bila sudah tak merasa cocok dalam perkawinan, perceraian menjadi jalan terakhir yang harus di tempuh. Kalau sudah begini yang jadi korban tentu saja bukan hanya anak yang masih butuh perhatian, tetapi di sendiri. Pertanyaan mampukah menjadi single parent yang baik buat anak kita tentu saja harus dijawab. 

Menjadi "single fighter" dalam sebuah rumah tangga memang tak mudah dilakukan. Terlebih bagi seorang istri yang ditinggal suaminya atau bercerai. Segalanya harus dikosentrasikan dengan baik. Mulai dari memberikan perhatian atau memberikan kebutuhan ekonomi yang cukup. 

Tapi bagaimana bila suasana hati kamu malah mengacaukan segalanya? Adakalanya kesulitan muncul di saat kamu merasa penat setelah seharian berada di tempat kerja. Menangis, mungkin itu salah satu jalan untuk mengungkapkan segala perasaan, namun menangis terus menerus bukanlah pemecah masalah. Karena bagaimanapun kenyataan takkan pernah dapar dihindari. 

Apa yang ada di hadapan kamu sudah semestinya dihadapi dengan sikap bijak. Salah satu hal yang harus kamu perhatikan yakni mengenai waktu. Bagaimana kamu bisa membagi waktu agar bisa bersama dengan anak di tengah kesibukan yang sangat tinggi. Bila kamu merasa berat untuk mewujudkannya, milikilah tekad ataupun keyakinan bahwa apapun yang dihadapi kamu dapat dan mampu mengatasinya. Kamu juga tak melulu harus mengabulkan apa yang menjadi harapan dan impian anak. Hal tersebut dapat membuat anak tak menjadi dewasa malah cenderung menjadi manja.

Bila kamu terlalu asyik dengan kesibukan untuk mencari nafkah berupa materi hingga melupakan memberi nafkah batin pada anak tentu akibatnya akan fatal. Ia akan menjadi pribadi yang berbeda dan cenderung tak respek pada diri kamu. Yang patut ditekankan bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan kasih sayang dari otangtuanya. Tentunya kamu harus menyadari ini. 

Pastikan tempat bekerja kamu memiliki waktu kerja sejak pukul 8 hingga pukul 17. Tentunya jarak tempuh menuju tempat tinggal pun tak terlalu jauh. Sehingga dengan demikian, kamu masih memiliki waktu untuk memperhatikan si buah hati. Namun jika tidak, sebaiknya kamu mencoba untuk berwiraswasta. Jenis pekerjaan satu ini memang bukan jenis pekerjaan mudah. Namun dengan keyakinan serta keahlian kamu, tentu tak ada salahnya mencoba. Terlebih kamu dapat pula menjadikan tempat tinggal kamu sebagai kantor. 

Kalaupun tak bisa, sedapat mungkin kamu harus bersikap profesional baik sebagai pekerja maupun sebagai ibu yang sekaligus sebagai ayah buat si buah hati. Yakinlah tak sedikit pula yang sukses membina anak meskipun serstatus single parent. 
Radhika
Radhika Being abandoned is the cruelest act done to someone.

Posting Komentar untuk "Kala Perempuan Hidupi Anak Sendirian"