Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kiat Membagi Tanggung Jawab Rumah Tangga Newlyweds kepada Suami

Kiat Membagi Tanggung Jawab Rumah Tangga Newlyweds kepada Suami

Allaeas.com - Menikah adalah impian bagi setiap wanita. Sejak kecil atau remaja, anak perempuan biasanya sudah menghayalkan bagaimana pernikahan mereka kelak. Mereka juga tumbuh menonton film-film bertemakan pencarian jodoh yang berakhir dengan pernikahan indah dan kalimat pamungkas 'and they happily live ever after'. Akibanya, hampir semua wanita berpikir bahwa pernikahan adalah awal suatu kehidupan baru yang indah tanpa konflik bersama suami tercinta. 

Pernikahan sering disebut dengan 'berumah tangga'. Memang, orang yang sudah menikah biasanya akan membangun rumah tangga mereka dengan hidup bersama dan memperoleh keturunan. Di Indonesia, pengantin baru ada yang masih tinggal dengan orangtua mereka, tapi banyak juga yang langsung memisahkan diri dengan keluarga inti dan tinggal berdua. Salah satu keuntungan hidup berdua dengan suami adalah memiliki kebebasan menentukan arah biduk rumah tangga dan dapat langsung memegang kendali rumah tangga. Hasilnya adalah pasangan pengantin baru yang lebih mandiri dan bertanggung jawab. 

Wanita yang baru menikah biasanya memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan suami. Kondisi ini kerap terjadi meskipun sebelum menikah ia sudah lama mengenal calon suaminya. Hal ini terjadi karna banyak kebiasaan-kebiasaan suami yang sebelumnya belum pernah ia ketahui. Proses adaptasi ini ada suka dan dukanya, dan sebenarnya itulah rona yang mewarnai kehidupan pernikahan. 

Bagi pasangan yang baru menikah dan tinggal berdua saja, pertama-tama biasanya timbul kesulitan mengenai pekerjaan rumah tangga. Apalagi jika mereka belum atau tidak dapat menyewa tenaga pembantu rumah tangga (misalnya karena berpenghasilan sedikit, tinggal di apartemen atau rumah kecil, atau menolak kehadiran orang asing di awal-awal pernikahan mereka). Dalam kondisi ini, tak jarang lelaki sepenuhnya menyerahkan pekerjaan rumah tangga ke istrinya. Hal ini sah-sah saja, selama si istri bersedia dan mampu melakukan semuanya. Tetapi kalau ternyata si istri memiliki kesibukan lain yang tak bisa ditinggalkan (misalnya istri bekerja), maka mau tak mau istri harus mengalihkan sebagian pekerjaan rumah tangga ke suaminya. 

Meski begitu, terkadang ego lelaki terutama orang Indonesia membuat mereka menolak melakukan pekerjaan rumah tangga. Alasannya berbagai macam, dari mulai malas, bukan tanggung jawab suami, tidak biasa dan sebagainya. Jika begini, yang harus bekorban wanitanya, dan biasanya hal ini dapat memicu pertengkaran. Kalau sudah begini, keharmonisanpun perlahan luntur. 

Apakah kamu sekarang terjebak dalam rumah tangga dimana suami tidak mau membantu pekerjaan rumah tangga? Sebenarnya masalah ini bisa diselesaikan tanpa 'tarik urat' dan dengan baik-baik. 

1. Pastikan bahwa ia tidak mesti melakukannya dalam keadaan kelelahan

Suami adalah kepala keluarga. Ia bertanggung jawab untuk bekerja dan membawa pemasukan ke dalam rumah tangganya. Umumnya, separuh dari waktunya sehari-hari habis untuk itu. Jika kamu ingin meminta bantuannya untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga, kamu harus yakin bahwa ia tidak nelakukannya di tengah kelelahan atau kepenatan luar biasa setelah bekerja seharian. Kalau itu yang terjadi, berarti kamulah yang kurang peka dan kurang menghargai peran suami sebagai pencari nafkah. 

2. Bicara baik-baik

Momen paling tepat adalah saat santai dan mood suami sedang enak. Misalnya sedang monton televisi, makan bersama, berbincang-bincang ditempat tidur, atau saat rekreasi di akhir pekan. Buatlah komitmen dalam hati untuk tidak memulai pertengkaran dan tidak terpancing emosi, kemudian mulai bicarakan masalah ini bersama suami dengan kepala jernih. Hindari mengomel, membentak, menyindir dan semacamnya, karena ini akan membuat mereka dongkol dan malah makin keras kepala. 

3. Sampaikan alasan yang logis

Lelaki adalah makhluk manusia yang lebih mementingkan akal sehat. Karena itu, kesampingkan emosi (marah, ngambek, sedih dan lain sebagainya) dalam membicarakan masalah tersebut. Sampaikan alasan-alasan logis kenapa kamu butuh bantuannya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Contoh alasan logis yang bisa dikemukakan adalah kamu terlampau kelelahan, kamu sulit melakukannya terutama pekerjaan yang berat, atau ada beberapa pekerjaan yang menurut kamu lebih bagus hasilnya jika dikerjakan oleh suami. Contohnya tak jarang ada suami yang pandai memasak sementara istrinya tidak, tapi suami tetap menyerahkan urusan itu ke tangan istri. Akibatnya makanan yang terhidang tak pernah sedap dan acara makan pasti jadi bencana. 

4. Tawarkan suami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan 'berat'

Hal itu meliputi mencuci mobil, menyikat kamar mandi, memotong rumput, memperbaiki barang rusak, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang memerlukan tenaga ekstra. Biasanya lelaki senang kalau wanita menghargai tenaganya. Hal itu akan membuat mereka merasa macho. Selain itu, pekerjaan yang membutuhkan keahlian lelaki juga dapat dialihkan ke mereka, sepertu membersihkan lemari es. Karena kalau kamu salah-salah menyiram, bisa-bisa lemari ea konslet dan rusak, sementara lelaki pada umumnya lebih paham tentang kelistrikan dan elektronika. 

5. Sentuh perasaannya

Suami kamu pasti mencintai kamu dan ingin kamu bahagia. Cobalah 'merayu' dia dengan menyentuh perasaannya. Caranya bukan dengan mengatakan, "Kalau kamu sayang aku, kamu pasti mau membantu aku mencuci piring", atau menyindir, "Kamu nggak sayang aku ya? Kok aku repot nggak dibantu?" atau semacamnya, melainkan dengan memastikan bahwa ia paham kalau kamu butuh bantuannya. Misalnya, setelah seharian kamu membersihkan seluruh rumah dan membuat masakan di akhir pekan, katakan bahwa kamu sedikit lelah untuk membereskan meja makan setelah makan malam. Kalau cara kamu tepat menyentuh hatinya yang kurang peka, kamu akan dapat membuatnya menawarkan diri membantu kamu, karena toh dia mencintai kamu. 

6. Rayu dengan hadiah

Hal ini terkadang berhasil. Hadiah yang kamu tawarkan bisa apa saja, seperti memasakan makanan kesukaannya, memijatnya, melakukan sesuatu yang selama ini kamu hindari tapi sebenarnya diinginkan suami, serta melakukan hobinya bersama-sama. 

7. Katakan terima kasih

Ucapkan kalau kamu akan sangat berterima kasih jika ia mau membantu kamu. Biasanya motivasi ini akan membuat suami kamu bergerak, karena ia merasa dapat meringankan beban istri tercintanya. Terima kasih dan pujian setiap kali suami selesai mengerjakan satu-dua hal untuk membantu kamu adalah kalimat yang mutlak diucapkan. Kalau ia merasa dihargai, bukan tak mungkin ke depannya nanti ia akan dengan senanh hati berbagi porsi dalam mengerjakan hal-hal lain di dalam tumah tangga. 

Kodrat wanita memang melayani rumah tangga, tetapi jangan sampai berkorban mati-matian dan melupakan kondisi tubuh, kebahagiaan dan kesehatan untuk mengerjakan seluruh tanggung jawab pekerjaan rumah tangga sementara suami bermalas-malasan. Meski begitu, perhatikan juga bahwa suami bisanya memiliki kesibukan pekerjaan sehingga jangan sampai malah ia yang berkorban untuk diri kamu. 

Radhika
Radhika Being abandoned is the cruelest act done to someone.

1 komentar untuk "Kiat Membagi Tanggung Jawab Rumah Tangga Newlyweds kepada Suami"

  1. saya biasa ajer gan kalo buat kerja rumah. ke dapur juga biasa. tapi kalau saya yg masak, biasanya yg lain2 makannya tak ditambah haha

    BalasHapus