FALSE
TRUE

Pages

Breaking News:

latest

Ads Place

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memarahi Anak

Tingkah laku anak yang tidak terduga dan dapat membuat orangtua khawatir lalu diungkapkan dengan emosi yang tidak terkontrol dapat diartikan...

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memarahi Anak

Tingkah laku anak yang tidak terduga dan dapat membuat orangtua khawatir lalu diungkapkan dengan emosi yang tidak terkontrol dapat diartikan oleh si anak bahwa orangtua sedang memarahinya. 

Terkadang anak-anak dapat melakukan hal-hal yang dapat membahayakan diri mereka tanpa memikirkan akibat dari apa yang akan mereka lakukan. Apalagi bagi anak yang masih dibawah umur, yang masih memerlukan perhatian yang lebih dari orangtuanya dalam bertindak.

Kekhawatiran orangtua yang dilampiaskan dengan cara memarahi bisa saja membuat anak menjadi takut melakukan banyak hal yang justru dapat mengembangkan rasa ingin tahunya sekaligus menghasilkan ilmu yang baru bagi si anak. 

Ketika kita baru saja pulang kerja atau seharian beraktivitas, lelah, kemudian melihat anak yang sulit diminta untuk belajar, rasa kesal yang bertambah dan menjadi emosi tentu tidak dapat terelakkan. 

Tantangannya, kita berhadapan dengan anak sendiri bukan dengan sesama orang dewasa yang tahu bagaimana kita hanya dengan melihat wajah lelah kita. Anak sangat menginginkan perhatian ketika orangtuanya berada di rumah. 

Ketika mereka tidak mau belajar, kita dituntut untuk mampu menyelesaikan problem anak dengan kepala dingin dan tidak terpancing emosi. 

Beberapa yang perlu diperhatikan ketika ingin mengungkapkan rasa marah ke anak, antara lain:

Anak merupakan titipan Tuhan yang sudah Tuhan percayakan kepada kita

Sekalipun sedang marah kepada anak, alangkah lebih baik jika nasihat disampaikan tidak dengan "nada tinggi". Anugerah memiliki anak mungkin tidak dapat dirasakan semua orang tua di dunia sehingga sangat bijaksana jika kita bersyukur dan memperlakukan anak dengan kasih sayang yang cukup. 

Diri dan hati anak itu bukan kita

Anak kita tidak mengetahui apa yang ada di hati kita dan dapat merasakan apa gang kita rasakan. Ketika sedang merasa capek atau sedang banyak pikiran, masalah pekerjaan misalnya, dan anak meminta untuk diperhatikan lebih, ada baiknya bagi kita untuk menjelaskan bahwa kita lelah dan butuh istirahat. 

Tidak ada alasan untuk marah yang berlebihan ke anak

Anak bukan musuh kita, tidak baik jika kita harus memarahinya layaknya musuh kita yang tidak kita pedulikan mental dan hatinya dikemudian hari. 

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk tetap memberikan penjelasan tentang kesalahan atau yang seharusnya mereka lakukan tanpa memarahinya dengan cara yang kasar. Cara untuk mengungkapkan kemarahan pada anak antara lain:

Diskusi

Berdiskusi merupakan cara yang banyak disarankan untuk membenarkan kesalahan anak. Berdiskusilah tentang apa yang diinginkan anak dan jelaskan jika yang mereka inginkan tersebut bukanlah hal yang tepat. Jangan lupa gunakanlah bahasa yang sederhana ketika berdialog dengan anak. 

Anggap anak sebagai teman

Anggaplah anak kita sendiri sebagai teman. Ketika anak merasa punya teman, mereka akan banyak bercerita tentang apa yang merekam rasakan. Dengan begitu kita dapat mengetahui apa yang kita dan anak kita mau dalam setiap tindakan yang akan dilakukan anak kita. 

Tahan emosi

Sekalipun kita sedang marah, bukan berarti kita dapat mengeluarkan kemarahan kita kepada anak begitu saja. Kita perlu menahan emosi kita, karena sedang berhadapan dengan anak bukan orang lain. Kita perlu memiliki cara kita tersendiri untuk menyampaikan kemarahan kita tanpa harus berteriak. 

Seberapa tinggi kemarahan orangtua, perlu diingat bahwa anak merupakan titipan Tuhan yang sudah diminta dan ditunggu-tunggu. Bukan berarti dimanjakan, tetapi dididik dengan cara yang baik. Kemarahan yang meledak-ledak bukanlah cara yang baik untuk mendidik anak. 

Tidak ada komentar

close
Novel KKN