FALSE
TRUE

Pages

Breaking News:

latest

Ads Place

Ketika Anak Menilai Dirinya Sendiri

Allaeas.com - Jika kamu sering membaca buku-buku motivasi ataupun psikologi, mungkin kamu pernah atau bahkan sering menemukan tulisan yang ...

Allaeas.com - Jika kamu sering membaca buku-buku motivasi ataupun psikologi, mungkin kamu pernah atau bahkan sering menemukan tulisan yang mengatakan bahwa diri kita itu akan tergantung pada apa yang kita pikirkan.

Maksudnya, jika kita berpikir bahwa kita seorang pemalas, sudah pasti kita akan jadi pemalas, jika kita berpikir kita pekerja keras, jelas kita akan jadi pekerja keras, jika kita berpikir sebagai seorang yang susah, maka sepanjang hidup kita akan selalu susah, dan seribu satu macam jika lagi yang semuanya pada akhirnya akan menunjukkan siapa diri kita.

Ketika Anak Menilai Dirinya Sendiri

Mengingat hal ini jarang disadari, maka alangkah baiknya jika mulai saat ini kita tanamkan kepada anak-anak untuk selalu menilai dirinya secara positif, jangan biarkan mereka melakukan kesalahan dalam menilai diri mereka. Mereka gagal meraih nilai tinggi di sekolah, jangan katakan bodoh atau malas, katakan bahwa mereka hanya belum berhasil sehingga harus lebih rajin dan giat lagi belajar.

Jika mereka gagal ujian, gagal masuk sekolah favorit, katakan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh ujian atau sekolah favorit, banyak jalan dan cara untuk meraih hidup sukses. Artinya katakan selalu sesuatu dari sisi positifnya, jangan dari sisi negatifnya karena itu akan membentuk penilain mereka terhadap dirinya sendiri.

Satu hal yang penting dan perlu kamu tekankan kepada anak-anak kamu adalah bahwa tidak semua pendapat teman atau guru di sekolahnya adalah benar. Katakan pada mereka, bahwa yang lebih tahu dan lebih memahami mereka adalah kamu sebagai orang tuanya. Dengan penekanan seperti ini, anak kmu tidak akan mudah terpengaruh oleh penilain orang-orang luar dan hanya akan menjadikan penilaian kamu sebagai pedoman.

Jika sudah seperti ini, kamu tidak akan repot lagi menanamkan penilain baik dan positif terhadap anak kamu. Tentu dengan catatan bahwa kamu hanya mengajarinya hal yang benar saja, jangan sampai setelah kamu dijadikan pedoman mereka, justru kamu sendiri yang salah mengajari mereka.

Mengapa kita perlu mengajari anak menilai positif terhadap dirinya? Sepertinya itu pertanyaan yang salah, mungkin bentuk pertanyaan yang semestinya adalah, apa ruginya dan apa susahnya jika kita mengajari anak selalu menilai positif terhadap dirinya? Ingat, ini hanya masalah pemikiran! Silahkan kamu merenung sejenak, bayangkan, rasakan, dan bedakan sendiri manakala kamu berpikir mengenai dua hal yang saling bertentangan berikut ini tetapi intinya tetap sama :

  • Anak saya bandel, malas, dan susah diajari.
  • Saya akan selalu berusaha agar anak saya menjadi anak yang baik, rajin, dan mudah diajari.

Nah, kira-kira menurut kamu apakah lebih baik berpikir yang nomor 1 ataukah yang nomor 2? Dan apakah karena kamu memilih berpikir yang nomor 2, apakah kamu menjadi rugi ?

Artinya, dengan mengajarkan anak selalu berpikir tentang hal yang baik dan positif pada dirinya, maka hal itu akan membiasakan mereka berperilaku baik dan positif pula sebagaimana yang ada dalam pikirannya itu. Dan ini tidak akan disadari anak, tugas kamulah sebagai orang tuanya untuk mengajarkan kepada mereka tentang berpikir dan menilai dirinya secara baik dan positif.

Jadi, pastikan bahwa anak-anak kamu tidak salah menilai tentang dirinya sendiri. Bagaimana mungkin orang lain akan menilai baik pada anak-anak kita jika si anaknya sendiri justru menilai sebaliknya?

2 komentar

close
Novel KKN