FALSE
TRUE

Pages

Breaking News:

latest

Ads Place

Sambut Tantangan Kerja yang Lebih Baik, dengan CV yang Baik

Mencari peluang karir dan pekerjaan yang lebih baik di perusahaan yang berbeda adalah hal yang wajar. Lagi pula, berganti-ganti pekerjaan su...

Sambut Tantangan Kerja yang Lebih Baik, dengan CV yang Baik

Mencari peluang karir dan pekerjaan yang lebih baik di perusahaan yang berbeda adalah hal yang wajar. Lagi pula, berganti-ganti pekerjaan sudah menjadi hal yang Lazim di dunia bisnis saat ini. Saat ini kalau kamu masih bertahan di perusahaan pertama yang memperkerjakan kamu dari lulus kuliah dan itu lima tahun lalu ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Mungkin kamu beruntung karena langsung cocok dengan perusahaan itu, atau mungkin kamu tipe orang yang takut pada tantangan dan tidak mau beranjak dari comfort zone kamu untuk mencari kemungkinan yang lebih baik.

Jika kamu ingin meng-upgrade karir kamu, CV atau curriculum vitae, atau yang sering juga disebut daftar riwayat hidup atau resume, adalah hal pertama yang dilihat perusahaan potensial dari kamu. Kalau kamu menginginkan diri kamu diwawancarai mereka, kamu harus membuat penampilan yang berkesan. Silakan simak saran kami untuk membuat CV kamu semenarik mungkin.

Judul CV

Judul CV adalah hal pertama yang dilihat oleh perusahaan yang sedang mencari tenaga kerja baru. Judul atau header CV harusnya menunjukkan profesi kamu dan memberikan sekilas informasi mengenai kemampuan dan keahlian profesional kamu. Berhati-hatilah untuk memilih judul CV yang bagus, karena terkadang pembaca CV akan memutuskan seluruh diri kamu berdasarkan kalimat yang kamu tulis di judul CV tersebut. Contohnya, Asisten Account Manager atau Events Officer akan memberikan kejelasan mengenai diri kamu dengan singkat.

Bagian-bagian CV

Kamu harus membagi-bagi informasi di dalam CV kamu secara koheren: Pengalaman kerja; kualifikasi pribadi yang meliputi keahlian-keahlian kamu; pelatihan, seminar, pendidikan yang pernah dijalankan; serta ketertarikan kamu. Pada tiap-tiap bagian, jabarkan informasi melalu urutan kronologis yang terbalik: dari yang terbaru hingga yang paling lampau.

Ingat-ingat untuk selalu mengubah dan meng-update CV kamu terhadap setiap perusahaan berbeda yang menjadi target kamu. Kalau bisa, hindari mengirim CV yang sama pada beberapa perusahaan, kamu harus menyesuaikan CV dengan pekerjaan baru yang kamu incar. Garis bawahi pengalaman kerja yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar, dan buang saja informasi yang tidak relevan atau tidak cocok.

Apa yang harus ditulis?

Di dalam CV, coba deskripsikan detail-detail yang relevan pada tiap-tiap pekerjaan yang telah kamu lakukan. Berikan nama lengkap dari tiap-tiap perusahaan yang pernah mempekerjakan kamu, dengan alamat dan nomor telepon sehingga referensi kamu bisa ditelusuri. Jika ada periode lama di mana kamu menganggur, atau ada pekerjaan yang tak ingin kamu sebutkan di dalam CV, tulis saja lama waktu saat kamu bekerja di perusahaan itu, misalnya: Pengalaman kerja 5 tahun sebagai teknisi laboratorium, sehingga pihak perusahaan pencari kerja yang membaca CV kamu tetap dapat mengetahui pengalaman kerja kamu tanpa menekankan pada jeda waktu atau pekerjaan yang lebih baik kamu lupakan.

Yang paling penting, jangan pernah memalsukan fakta-fakta atau informasi di CV kamu. Pihak perusahaan memiliki cara tersendiri untuk mengetahui kebenaran di CV, baik dengan wawancara, tes psikologis, atau melacak melalui perusahaan yang dulu mempekerjakan kamu. Juallah semua kelebihan kamu dan akuilah kelemahan-kelemahan dengan jujur, dengan janji untuk memperbaikinya di masa depan. Tetapi hindari berbohong dan menipu. Kamu takkan dapat pekerjaan yang lebih baik dengan cara itu, dan kalau memang kamu beruntung mendapatkannya, suatu saat mereka akan mengetahui permainan kamu, dan hal itu malah akan merugikan kamu.

Gaya menulis CV

Penulisan CV yang terbaik adalah dengan menggunakan gaya jurnalistik tanpa penekanan atau ekspresi yang memihak (memihak diri sendiri, tentunya). Hindari kalimat-kalimat yang terlalu panjang dan fakta-fakta yang tidak relevan. Pihak perusahaan pencari tenaga kerja takkan punya waktu untuk menelusuri halaman-halaman CV yang terdiri dari teks-teks panjang. Selain itu, kamu sebenarnya dapat memamerkan keahlian profesional kamu yang paling potensial hanya dalam satu atau dua halaman saja, kok!

Tampilan CV

Gunakan layout yang tidak terlalu rapat, jelas, dan bisa dipahami, yang memisahkan dengan jelas tiap-tiap bagian dari CV kamu. Gunakan gaya yang wajar, dengan hanya menggunakan gambar, ikon, atau warna untuk mempertegas atau memisahkan tiap-tiap bagian agar lebih mudah dicerna. Jangan lupa memiringkan atau menebalkan huruf, atau memakai beberapa jenis huruf yang berbeda untuk membuat penekanan, tetapi pastikan tetap ada konsistensi dari awal hingga akhir. Tetapi kalau kamu bekerja di bidang desain grafis atau komunikasi, silakan buat CV kamu semenarik mungkin, sesuai dengan tuntutan atas profesionalitas dan bakat kamu.

Perlukah mencantumkan foto?

Mencantumkan foto memang bukanlah suatu keharusan, tetapi dewasa ini, perusahaan pencari tenaga kerja sering memintanya. Hindari mencantumkan foto yang tidak profesional, seperti foto yang diambil untuk bersenang-senang atau foto seluruh badan. Pilih foto model paspor yang menampakkan hanya wajah kamu sampai sebatas dada, dengan pakaian yang pantas dan rapi, dan menampilkan pose wajah yang tersenyum wajar. Dengan begitu, pihak perusahaan tersebut bisa dengan mudah mengenali wajah kamu.

Dengan CV yang baik, aktual, jujur, dan menarik, kamu telah siap kembali memasuki pasar lowongan kerja. Selamat berburu pekerjaan idaman!

Tidak ada komentar

close
Novel KKN